Tanggung jawab seorang blogger

6 04 2007

Sudah menjadi kutukan ketika memulai untuk memasuki dunia blog, bahwa kita harus konsekuen dan bertanggung jawab atas kelangsungan dan semua hal yang berhubungan dengan blog kita. Menurut saya ada dua hal pokok menjadi tanggung jawab sebagai seorang blogger, yaitu:

  • Posting artikel.
    Sudah menjadi kewajiban bagi setiap blogger untuk menulis sebuah artikel di weblognya. Entah itu berbentuk tulisan ilmiah, laporan atau sekedar sepenggal berita, cerita, atau apa saja. Seperti yang dibilang oleh mas Budi Putra dan salah satu mentorku Alamster bahwa masa depan dunia internet ada pada konten, dengan kata lain untuk weblog kontenlah yang menjadi kekuatan utama. Tanpa konten yang niche maka situs blog akan semakin susah dikendalikan. Menurut mas Budi Putra, ada tiga manfaat pokok yang dapat kita rasakan dari konten yang niche, yaitu: tautan eksponensial, ngetop dan otoritas, serta kredibilitas.

Baca entri selengkapnya »





Sudah tahu kok maksa…

23 03 2007

Setelah mendengar sekaligus melihat di televisi hasil analisa dan penelitian Dephub tadi malam, ternyata tidak satupun maskapai penerbangan di Indonesia yang masuk kategori I, sebagian (termasuk Garuda hanya masuk di kategori II), dan sebagian lagi masuk kategori III. Dengan kata lain, tidak satupun alat transportasi udara domestik di Indonesia yang memenuhi semua persyaratan keamanan penerbangan sipil. Semuanya di bawah standard. Kategori II hanya dapat memenuhi syarat minimalnya saja, sama seperti kategori III hanya saja beda kelengkapan pemenuhan poin-poin persyaratannya. Baca entri selengkapnya »





Tanah airku yang kucintai…

23 02 2007

Oh tanah airku…betapa air matamu semakin mengalir seiring waktu doa bertaut…

Ya, bagaimanapun ini adalah kuasa Maha Pencipta. Gempa, tsunami, tanah longsor, banjir, gunung meletus, sampai musibah pesawat jatuh, kapal tenggelam, terbakar, dan seterusnya. Aku berpikir dan merenung, apakah sudah separah inikah moral anak bangsa sehingga mendapat azab dari Yang Maha Kuasa?

Selalu dialihkan semuanya itu normal, ada masalah teknis, gejala alam biasa, dan ulasan lainnya. Tanpa pernah menoleh dan berbisik, toh semuanya, apapun bentuknya itu, berasal dari Allah. Seburuk kejadian merupakan pelajaran dan peringatan dariNya. Kenapa banyak sekali orang berpaling dariNya. Baca entri selengkapnya »





Jati Diri Seorang Blogger

21 01 2007

meDari sekian banyak weblog yang lahir. Dari banyak weblog dengan berbagai bahasa. Dari banyak weblog dengan berjuta gaya, baik gaya penulisan maupun gaya dalam pengertian penampilan. Ya. Dari semua itu apa sih sebenarnya yang kita maui terhadap sebuah weblog, baik itu sebuah weblog milik kita sendiri maupun milik orang lain.

Saya termasuk masih sangat baru (:: newbie ::) dalam dunia weblog, tidak seperti halnya bang Enda, Priyadi, B.R, dan lainnya, termasuk teman-teman lingkungan saya sendiri seperti Alamster, Prince, Borsalino, Ali Asnawi, dan lainnya. Apalagi yang sudah uzur di bidang ini seperti Matt, Robert Scoble, Jan Grewe, dst. Dan saya awalnya (dan juga seperti teman-teman lain - mungkin :) ) hanya mencoba untuk mengenal dunia jurnalistik dengan skup yang kecil. Dengan kata lain, saya hanya mencari suatu wadah untuk dapat mengekspresikan unek-unek, baik itu lebih bersifat sebuah catatan harian maupun yang bersifat pewartaan. Sempat suatu ketika saya juga ingin menulis tentang suatu hal yang berkenaan tentang hidup dan kehidupan. Sayang, Baca entri selengkapnya »





Viva eVolutionary

1 01 2007

Selamat Tahun Baru

Tahun baru? Yup, gak terasa waktu terus bergulir. Untuk sebagian orang waktu berlalu dengan cepat, dan ada sebagian orang yang merasakan waktu berlalu dengan sangat lambat. Apa sih yang harus kita lakukan di jedah waktu yang tersisa?

Bagi saya pribadi, waktu sangat rentan terhadap perubahan diri, baik dari dalam maupun perubahan dari luar. Perubahan sikap dan menyikapi situasi dan kondisi diri dan lingkungan. Perubahan ini sepertinya lebih tentang pematangan spiritual kita. Baca entri selengkapnya »





Syukuran …

14 11 2006

Wah … repot juga nih satu minggu ini. Soalnya hari minggu ini (19
November 2006) saya mau hajatan, syukuran peresmian nama anak kembar
saya, Nathasya Nurlaila Andrina & Nakhesya Nurlaili Andrini, serta
sekaligus syukuran khitanan anak saya yang sulung Muhammad Rafliansyah.

Sibuk juga sih … mulai dari cari kambing yang sesuai syarat, bikin
undangan, masakan, dan lain-lain. Apalagi kedua putri kembar saya
merupakan cucu perempuan pertama dari kedua orang tua kami. Ditambah
kenyataan bahwa di keluarga besar kami, yang perempuannya jauh lebih
sedikit dari yang laki-laki. Jadinya ramai juga nih, semua menunjukkan
antusiasme yang cukup tinggi. Alhamdulillah, banyak dibantu sama
saudara-saudara yang lain.

Nanti saya sambung lagi …





CPNS ?

31 01 2006

pns.jpgwaaa….kesel banget!
pas mau daftar ngikut tes CPNS…eeee…blanko pendaftarannya sudah habis…
heran banget sama pemerintah…lagian kalau mau buka pendaftaran kasih tahu kek berapa quota penerimaan tes-nya…terus dilihat kek antusias calon pelamarnya….hampir aja terjadi keributan.

jadi ikut curiga nih…kali aja sebenarnya blanko masih ada…terus disimpan buat orang dalem, atau biar kelihatan nantinya quato-nya sama pas diperiksa…hmmmm…lagu lama nih….





Goyang Lidah … ssssstttt….

29 01 2006

2003_09_11_inul.jpgBeberapa waktu lamanya (hampir satu tahun lebih) heboh goyang pinggul aksi para artis dangdut wanita Indonesia menjadi polemik yang hangat dibicarakan. Dari waktu ke waktu bukannya padam malahan semakin ramai diributkan sampai-sampai anggota dewan pun turut berbicara.

Entah itu goyang Inul, goyang patah-patah Anisa bahar, goyang Melata, atau goyangan yang lain, telah menjadi fenomena tersendiri. Banyak komentar menghujat banyak pula yang membela. Yang menghujat mengatakan hal itu adalah haram dan termasuk pornoaksi. Yang membela berkata bahwa itu adalah seni dan tergantung yang melihatnya.

Sejarah pornografi dan pornoaksi di Indonesia merupakan sejarah yang panjang. Gadis-gadis Bali yang mandi di sungai atau kolam dengan tubuh polos tanpa sehelai kain. Juga hampir di semua daerah banyak sekali kaum wanitanya yang hanya memakai kain yang hanya menutup sampai dada. Bila dilihat sejarah masa lampau, kaum wanita di salah satu kerajaan di Indonesia (Banyuwangi kalau gak salah, tolong dikoreksi) tidaklah memakai pakaian bagian atas. Di jaman modern pun banyak tarian tradisional yang masih disalah gunakan. Di jaman modern pula kita banyak menyaksikan wanita-wanita berpakaian seadanya, pusar diperlihatkan. Seringkali orang tua bilang “baju belum jadi sudah dipakai”. Di banyak iklan wanitanya hanya memakai pakaian dalam saja. Bahkan yang terbaru sekalipun seperti persoalan akan terbitnya majalah Playboy Indonesia dapat menerbitkan komentar yang macam-macam pula.

Di lain sisi kita juga harus mempertanyakan sampai mana moralitas dan derajat kesopanan masyarakat dapat dipertaruhkan. Seberapa perlu Undang-undang Pornoaksi dan Pornografi harus diperjuangkan. Seberapa jauh pemerintah dan masyarakat dapat untuk tidak melihat budaya dari negara lain. Seberapa jauh kita dapat menutup mata untuk tidak melihat pornografi dan pornoaksi. Seberapa jauh tatanan hidup ketimuran kita dapat dipertahankan.

Bisa-bisa suatu saat ada yang ditangkap karena mandi hanya mengenakan kain sebatas dada di tempat permandian umum, atau ada nenek-nenek yang ditangkap dikarenakan hanya memakai kain sebatas dada yang melorot. Atau bisa juga ada iklan tentang pelembab tubuh atau sabun yang pemainnya mengenakan pakaian lengkap sambil berendam di dalam air. Bisa juga pada akhirnya pakaian kebaya yang asli budaya Indonesia akan dihapuskan dikarenakan bahan kainnya yang sedikit transparan.

Yang perlu dibahas dan dikaji lebih jauh adalah batasan-batasan yang dapat disebut pornoaksi dan pornografi. Parameter apa saja yang dapat dimasukkan sebagai penilai sebuah hal apakah telah termasuk pornoaksi atau pornografi. Jangan sampai nantinya istilah goyang lidahpun sudah dianggap termasuk salah satunya. Bisa-bisa tukang sate dekat rumah saya marah-marah, soalnya merek sate Padang dagangannya tertulis “Goyang Lidah Bisa Menambah Nikmat”.