Dari bincang-bincang sewaktu makan siang tadi di sebuah rumah makan, dan perbincangan lain di waktu dan lokasi berbeda yang dialami saya, ternyata ada satu hal (selain masalah surfing, blog, posting) yang sangat menarik hati saya. Tentang bagaimana mahasiswa sekarang menyikapi kondisi perkuliahan mereka (ini khusus saya arahkan kepada lingkungan tempat saya berada).
Sebelum ke arah sana, saya akan sedikit bercerita tentang masa saya kuliah dahulu. Saya kebetulan kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri milik rakyat sumsel. Unsri. Saat pertama kuliah dahulu, Baca entri selengkapnya »
Kill by Myself
9 12 2006Komentar : 5 Komentar »
Kategori : OpenMind, Umum
Sepa’
10 11 2006Uuhhh… akhirnya terserang rasa kantuk juga, yang begitu berat di ujung pelupuk mata. Menghela napas pun sudah dilakukan berkali-kali. Enggan rasanya tubuh untuk bergerak.
Akhirnya kucoba-coba ngeposting aja, jadilah ini tulisannya, tulisan orang yang ngantuk berat…hehehe…
Dengan semangat mengebu-gebu, pagi tadi saya ke kantor. Bukan main, hampir pukul delapan pagi. Padahal waktu ngajarnya masih cukup lama. Biarlah, kumanfaatkan kompi di ruang khusus instruktur, hmmm … sepi, hanya ada pak den saja yang asyik mendengarkan musik kesukaannya melalui headset, entah lagu apa, tapi kok sepertinya pak den gak ngeh … tanda ada lelah di hatinya.
Ngajar pukul 09.40 … absen berhasil dilakukan sebelum waktu denda dihempaskan …selesai pukul 11.20 … oya, hari ini masih ngajar di kelas PTI, presentasi mahasiswa lagi.
Juma’atan… lalu nyidang siswa-siswi magang (pkl) sampe ampir pukul setengah limaan. Masuk lagi, presentasi mahasiswa lagi, masih tetap sama tentang teknologi komputer. lumayanlah….
Habis ngajar, rasa kantuk kembali menyerangku … uhhh … pulang ahhh …. tidur … tidur … dur … dur … urr … urr … rrr … rr .. r … … …
Komentar : Tidak ada komentar »
Kategori : OpenMind
Brontok Jilid 2?
3 02 2006
Virus Brontok tidak bisa dipungkiri telah menjadi fenomena tersendiri di kalangan pemakai komputer di tanah air. Seperti yang pernah saya tulis beberapa hari lalu dengan judul posting “Virus Brontok - sebuah kebanggaan atau moralitas?” sampai sekarang ternyata virus ini bukannya semakin tenggelam, namun semakin banyak memakan korban. Setiap hari minimal ada 10 komputer terinfeksi yang datang di tempat saya bekerja, dan alhamdulillah semuanya berhasil dibersihkan dan diselamatkan tanpa membuat kerugian lebih banyak (untuk layanan perbaikan komputer yang diakibatkan oleh virus lokal ini kami sama sekali tidak menarik biaya).
Virus yang Antivirus
Beberapa hari lalu, genderang perang programmer virus lokal telah dimulai. Hadirnya virus Brontok yang banyak memakan korban telah menanamkan bibit kebencian, kemarahan, kejengkelan, dan lain sebagainya. Hal ini ditandai dengan lahirnya virus baru yaitu virus NoBron. Virus ini secara terang-terangan mengklaim sebagai antivirus Brontok. Memang secara nyata virus ini mampu mengatasi virus Brontok dengan menghapusnya dari komputer yang terjangkit. Namun secara kasat mata, diam-diam ia malah meracuni komputer yang menjalankannya. Bila berlanjut akan terlihat pula banyak kata-kata hujatan yang ditujukan kepada si pembuat virus Brontok. Kerusakan yang ditimbulkan oleh virus NoBron sama saja dengan virus Brontok.
Korban Perang
Entahlah apa yang dicari oleh orang-orang pintar ini, ketenaran? kebanggaan? atau hanya sekedar menyalurkan hobi saja?
Yang jelas menurut pendapat saya, hanya orang-orang kalah, pesimistis, dan lemah terhadap kenyataan pahit hidup yang dapat berbuat seperti ini. Toh kemenangan walau sekecil apapun bila bermanfaat bagi orang lain, maka itu tetap bisa disebut kemenangan. Dan sebaliknya kemenangan yang diperuntukkan diri sendiri sekaligus merugikan orang lain tidak dapat dikatakan kemenangan.
Si pembuat virus NoBron menghujat kelompok pembuat virus Brontok sebagai pecundang, sebaliknya dengan kelompoknya sendiri apa bukan juga pecundang?
Saya lebih bahagia ketika ada seseorang yang membuat sebuah aplikasi kecil (bahkan sangat ringan, sebuah aplikasi teks sederhana yang terangkai dari hanya beberapa baris script) namun saya sangat menyukainya karena ada satu pekerjaan saya yang dapat saya selesaikan dengan cepat bila memakai aplikasi tersebut.
Satu Jasa Seribu Do’a
oleh haysnaidra aka black_xscale
Diriku masih bercucuran dengan keringat
entah asin apa yang kurasakan
sempit terasa ruang tempatku berpikir
tak sempat aku berpijak atau berpegangan
teringat olehku sahabat-sahabatku…
Aku takut…aku takut mereka ditelan gelombang
satu per satu tiada terasa telah hilang
aku tak tahu siapa-siapa dari mereka
hilang pula setitik harapan
saat terpaku aku tak tahu mau berbuat apa
Aku teringat…aku teringat akan jasa mereka
ketika tubuhku luka tertimpa kayu tua penyangga layar
ketika rasa seketika terbang saat diriku hampir tenggelam
ketika pedih diriku tertusuk ujung kayu yang melayang…
Aku sedih…sedih karena waktu tidak berpihak padaku
memberi kesempatan untuk membalas jasa mereka
memberi harapan dikala mereka resah…
Sepanjang hari berlalu…
hanya do’a yang bisa aku lakukan
sebait do’a aku tujukan
kepada mereka yang tak mungkin aku lupakan
sebait do’a aku panjatkan
semoga aku dapat sampai di daratan
memberi waktu pada anak-anak kecil dengan mata penuh harapan…
Komentar : 1 Komentar »
Kategori : OpenMind
Arogansi Amerika dan Sekutunya
28 01 2006Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, kini mulai terlihat bahwa ada kemungkinan negara Iran akan menjadi target besar Amerika dan sekutunya setelah Afganistan dan Irak berhasil mereka obok-obok. Kali ini isu nuklir Iran yang ditengahkan mereka. Hal ini juga didorong oleh sikap Iran yang sama sekali tidak mau didikte oleh negara lain, dan sikap ini memang harus dipunyai oleh semua negara yang berdaulat.
Isu nuklir sendiri tidak menjadi relevan apabila kita dapat melihat lebih terbuka, dimana banyak sekali negara-negara lain yang juga memakai teknologi nuklir baik itu dengan tujuan untuk dipakai sebagai sumber energi, ilmu pengetahuan, maupun sebagai senjata. Seperti Israel, Korea Utara, China, Amerika Serikat dan sekutunya pun memakainya. Mengapa hanya negara-negara tertentu saja (seperti negara-negara OKI) yang mereka sudutkan. Apakah hal ini ada hubungannya dengan kedudukan Israel ditengah-tengah negara Arab yang notabene merupakan kerabat Amerika?.
Di luar isu Israel, bagaimana dengan Amerika Serikat sendiri? Apakah mereka sama sekali tidak memakai Nuklir sebagai senjata (sebagaimana yang mereka takutkan dengan Iran)? Nonsense. Toh pada akhirnya semuanya juga takut sama Amerika Serikat dan sekutunya. Istilahnya: lebih baik diam dan bekerjasama daripada nanti diembargo atau bahkan dibumi hanguskan. Indonesia? hahaha…no comments…
Komentar : Tidak ada komentar »
Kategori : OpenMind
Sebuah alasan
27 01 2006Sebelumnya saya mohon ma’af atas tidak konsistennya saya membuat weblog. Perlu teman-teman ketahui bahwa saya telah membuat weblog di beberapa tempat (dan saya masih sangat baru mengenal weblog). Alasan saya melakukan ini hanyalah sekedar mencoba mana weblog hosting yang lumayan bagus (menurut saya pribadi).
Jadi, mohon maklum dengan hal ini dan seterusnya sepertinya saya akan tetap memakai The Coffee Blues sebagai weblog saya.
Minggu, 3 Desember 2006:
Dibuang sayang … ya, akhirnya saya putuskan untuk meneruskan weblog ini. Dengan wajah baru dan juga semangat baru semoga apa yang saya harapkan pada weblog ini dapat terwujud. Sebagaimana yg diketahui, bahwa saya juga punya weblog “The Coffee Blues” yang akhirnya saya khususkan untuk kebutuhan dalam hal aktifitas belajar mengajar di kampus. Dan akhirnya (lagi) saya ubah title dari weblog ini menjadi My iMoTioNS | voice over weblog, hal ini lebih ditujukan untuk membedakannya dengan weblog saya yang lain. Terima kasih.
Komentar : Tidak ada komentar »
Kategori : OpenMind
Virus Brontok - sebuah kebanggaan atau moralitas?
27 01 2006Dalam waktu yang sedemikian cepatnya, sebuah virus lokal (Indonesia) yang dikenal dengan sebutan Virus Brontok telah membuat rontok beribu-ribu (atau bahkan jutaan?) komputer khususnya di wilayah Indonesia.
Virus/Worm ini (yang asli hasil kerja tangan anak Indonesia) cukup agresif baik dalam menyerang maupun variannya, dengan masing-masing varian memiliki keunikan tersendiri.
Yang mau saya katakan disini, sesuai dengan judul di atas, bukan soal kehebatan virus ini, tetapi lebih mengarah pada moralitas seorang programmer untuk menggunakan ilmunya. Ya…moralitas hanya sebuah kata usang yang terkadang tersisihkan dari diri kita. Apabila kita memang lebih pintar dan lihai dari orang lain, apa masih perlu dipertunjukkan? apalagi dengan aksi yang dapat merugikan orang banyak. Kita ambil contoh sederhana saja, misalnya kebut-kebutan di jalan raya. Apakah kelihaian seorang dalam mengendarai kendaraan baik itu motor atau mobil harus ditunjukkan di jalan raya? apakah karena tidak adanya lahan untuk mengasah atau memperlihatkan keahlian tersebut tidak ada sama sekali? tentu tidak bukan? Lalu efek langsung yang dapat berakibat fatal, misalnya tabrakan yang menyebabkan luka-luka atau bahkan kematian, dapat menggantikan nilai kesombongan seseorang? Begitupun dengan para programmer yang menggunakan ilmunya semata-mata hanya untuk kesenangan atau mengejar kebanggaan yang bersifat hitam. Virus (disini maksudnya virus komputer) adalah hal yang sangat dicaci dan dibenci semua orang, walaupun ada yang mendapatkan uang melaluinya. Coba bayangkan satu saja kerusakan yang ditimbulkannya, contohnya: seseorang tidak dapat melanjutkan kerja mereka dikarenakan sistem operasi atau software komputernya rusak, sedangkan ia harus menghidupi orang lain. Betapa berdosanya kita terhadap orang tersebut. Toh sama saja kita membunuh mereka.
Alangkah baiknya ilmu pengetahuan tersebut dipergunakan untuk membuat berbagai aplikasi yang dapat membantu kerja seseorang. Tentu hal ini jauh lebih banyak manfaatnya, disamping kita sendiri dari penjualan aplikasi dapat uang, orang lain juga dapat terbantukan kerjanya.
Memang sepertinya tulisan ini menasehati atau bahkan menggurui, tetapi kita sebagai sebuah komunitas manusia harus meyakini bahwa kita masih dapat berbuat untuk membantu orang lain. Dan bukan hanya bisa menyusahkan orang lain.
Untuk para pembuat virus:
Bayangkan bagaimana Anda dikehidupan kelak apabila saat ini berjuta-juta manusia menyumpahi Anda.
Untuk para pembuat AntiVirus:
Terima kasih kepada Anda semua yang telah bersusah payah untuk dapat membantu orang lain, tetapi pikirkan juga jangan bersenang-senang di atas penderitaan orang.
Update Anti Brontok terbaru oleh MOVZX
Thank’s buat MOVZX salut buat elo yang tetep melarang memperjual-belikan aplikasi elo….
Komentar : 1 Komentar »
Kategori : OpenMind
Komentar Terakhir