Sudah tahu kok maksa…

23 03 2007

Setelah mendengar sekaligus melihat di televisi hasil analisa dan penelitian Dephub tadi malam, ternyata tidak satupun maskapai penerbangan di Indonesia yang masuk kategori I, sebagian (termasuk Garuda hanya masuk di kategori II), dan sebagian lagi masuk kategori III. Dengan kata lain, tidak satupun alat transportasi udara domestik di Indonesia yang memenuhi semua persyaratan keamanan penerbangan sipil. Semuanya di bawah standard. Kategori II hanya dapat memenuhi syarat minimalnya saja, sama seperti kategori III hanya saja beda kelengkapan pemenuhan poin-poin persyaratannya.

Terus terang, saya tidak lagi terkejut dengan hasil ini. Malahan hasil pengumuman Dephub ini bagi saya tidak begitu valid. Kenapa? La… siapa sih yang patut dan berhak untuk memberikan penilaian? Apakah Dephub memiliki orang-orang dengan kemampuan untuk itu? Kalau memang punya, selama ini orang-orang itu apa saja kerjaannya?

Lagian kejadian berbagai kecelakaan transportasi bukan hanya mengenai maskapai penerbangan saja. Bukan tentang maskapainya saja. Apalagi masih banyak faktor lain yang saling terkait dengan kebobrokan ini. Belum lagi transportasi darat dan laut.

Itulah jadinya kalau kita tidak menerapkan standardisasi yang kompeten. Memilih dan menunjuk seseorang untuk menjalankan tugas haruslah sesuai kompetensinya. Sesuai dengan kebisaannya. Penguasaan di bidangnya. Bukan hanya sekedar kepintarannya. Apalagi ada urusan dengan hubungan, baik itu hubungan politik, saudara, atau teman bisnis.

Seharusnya yang malu bukanlah maskapai2 penerbangan itu. Seharusnya yang malu adalah pihak pemerintah, dalam hal ini pihak Dephub sebagai yang berkompeten. Mereka yang mengawasi, mereka yang meregulasi, mereka yang ber-policy, dan seharusnya mereka turut bertanggung jawab.

Memang sih… saya sendiri secara teknis sangat tidak berkompeten untuk bicara nulis tentang ini. Tetapi sebagai seorang konsumen transportasi, saya sangat berhak dan berkompeten terhadap hak keselamatan saya.

Semoga pihak-pihak terkait, terutama pihak pemerintah lebih dapat menyelami peristiwa ini dengan lebih bijak tanpa harus saling menyalahkan. Kalau memang secara teknis harus dibenahi, benahilah secara menyeluruh, jangan tanggung-tanggung deh, ntar seperti dagelan saja. Itupun kalau semua masalah ini hanya dapat dipandang dari sisi teknis….


Tindakan

Information

11 tanggapan ke “Sudah tahu kok maksa…”

24 03 2007
Evy (14:08:19) :

nah standar komptensi ini tiap tahun musti di uji pilotnya maupun pesawatnya di kir, klo lulus ya baru layak terbang, tapi ntar jadi sarana buat buka sogokan baru… penghasilan baru di dephub…halaah… aku terlalu suka mengisap jempol neeh… :(

25 03 2007
haysnaidra (08:58:08) :

@Evy
nah standar komptensi ini tiap tahun musti di uji pilotnya maupun pesawatnya di kir, klo lulus ya baru layak terbang, tapi ntar jadi sarana buat buka sogokan baru… penghasilan baru di dephub…halaah

…keliatan bener ya kalo kita bekas jajahan belanda…hiks

@Evy
… aku terlalu suka mengisap jempol neeh… :(

…tapi gak sama dengan isapan jempol politikus kan mba’ ? :)

27 03 2007
helgeduelbek (08:26:51) :

Ah itu sepertinya banyolan pemerintah saja. biarin saja nyama orang sudah gak berharga kok. mungkin begitu pikirnya, sampai dia sendiri yg ngerasa.

27 03 2007
nomercy (11:53:11) :

@helgeduelbek
lumayan untuk komoditas publik…
duuuhh…mestinya malu ya….mmmmmm….

1 04 2007
Evy (13:37:57) :

Ar, coment mu kupasang di postinganku ku, bikin postingan sendiri dong klo panjang gitu… :D, ntar klo pada mampir sini biar ga kecewa… :D, thanks anyway

2 04 2007
haysnaidra (13:26:09) :

@Evy
awalnya sih bingung … gak tahu maksudnya …
setelah lihat posting-nya mba’ evy baru sadar kalau ada tambahan …

… hahaha … komentarnya kepanjangan ya ? …
daripada isi komentarnya hanya satu dua kata saja, seperti:
pertamax!
saya pertama!
de el el …
gak mutu banget … dan sebaiknya komen seperti itu dihapus saja … hehehe …

selaras waktu seiring pekerjaan yang semakin serasi, semoga semakin banyak artikel atau posting yang saya buat … asal gak kebanyakan aja, sehingga pengunjung kesulitan untuk menentukan mana yang mau dibaca …

2 04 2007
alief (23:01:59) :

mbicarain tentang kinerja pemerintah…. malah bikin mangkel.

3 04 2007
peyek (15:38:17) :

apa yang mesti diklasifikasi itu nggak manusianya,
pejabatnya yg kena suap, operatornya yang suka menyuap, petugasnya yang ngantuk, dll, jadi yg perlu diperbaiki adalah manusianya.

4 04 2007
Evy (03:13:05) :

aduh Ar… nyindir aku ya :( , klo di blog-ku khan sebenernya bisa milih kok klo Ar cuma mau baca yg kesehatan aja ya buka tag kesehatan, klo yg iseng dan isapan jempol ya yg mau2 aja… namanya juga isi kepala kadang ga bisa di bendung, lagian pembaca macem2 demand-nya. Maksudku tadinya pengen ngikutin petunjukmu tuuh, bikin blog kudu spesifik, tapi… kenyataannya untuk menarik orang mau baca da’wah gigi dan mulut, kemasan musti di iringi yg lain juga, yaaa mungkin karena skrg jamannya one stop shoping khan hehehe…

4 04 2007
antobilang (15:32:47) :

pemerintah kita itu ndak pernah belajar dari pengalaman, selalu saja setiap tahun ada masalah yang sama, dan penyelesaiannya pun selalu ndak pernah tuntas.

5 04 2007
haysnaidra (11:42:15) :

@alief
kalau ibarat buah mangga, kalau terlalu mangkel juga gak enak mas, rasanya jadi berlebihan…

@peyek
yup… mungkin lebih tepat moral manusia-manusia ya… termasuk kita-kita… ini mungkin loh…

@Evy
waahh… mba’ku yang satu ini kok perasa banget sih… nggaklah mba’…
kebetulan aja aku penganut sistem SEO … jadi… waalaaa kok jadi serius…

@antobilang
soalnya bukan tentang belajar sama pengalaman mas…
tetapi apakah pengalaman-pengalaman sebelumnya itu sudah ada penyelesaiannya… kebanyakan kan gak tuntas…
malah jadinya seperti mencari cara bagaimana meloloskan diri dari lubang jarum…

Tinggalkan komentar

Anda dapat gunakan tag ini : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>