Yang Tersendiri

21 11 2006

by Iwan Fals

Terhempas kuterjaga dari lingkar mimpi
Pada titik sepi
Suaramu terngiang menembus khayalku
Yang juga tentangmu

Dan ku akui tanpa kemunafikan
kucinta kau
Bahwasanya keakuanku bersumpah
Kucinta ku

Bayangmu menghantui setiap gerakku
Dan kemauanku
Dahagaku akanmu matikan emosi
Juga ambisiku





Syukuran …

14 11 2006

Wah … repot juga nih satu minggu ini. Soalnya hari minggu ini (19
November 2006) saya mau hajatan, syukuran peresmian nama anak kembar
saya, Nathasya Nurlaila Andrina & Nakhesya Nurlaili Andrini, serta
sekaligus syukuran khitanan anak saya yang sulung Muhammad Rafliansyah.

Sibuk juga sih … mulai dari cari kambing yang sesuai syarat, bikin
undangan, masakan, dan lain-lain. Apalagi kedua putri kembar saya
merupakan cucu perempuan pertama dari kedua orang tua kami. Ditambah
kenyataan bahwa di keluarga besar kami, yang perempuannya jauh lebih
sedikit dari yang laki-laki. Jadinya ramai juga nih, semua menunjukkan
antusiasme yang cukup tinggi. Alhamdulillah, banyak dibantu sama
saudara-saudara yang lain.

Nanti saya sambung lagi …





Sepa’

10 11 2006

Uuhhh… akhirnya terserang rasa kantuk juga, yang begitu berat di ujung pelupuk mata. Menghela napas pun sudah dilakukan berkali-kali. Enggan rasanya tubuh untuk bergerak.
Akhirnya kucoba-coba ngeposting aja, jadilah ini tulisannya, tulisan orang yang ngantuk berat…hehehe…

Dengan semangat mengebu-gebu, pagi tadi saya ke kantor. Bukan main, hampir pukul delapan pagi. Padahal waktu ngajarnya masih cukup lama. Biarlah, kumanfaatkan kompi di ruang khusus instruktur, hmmm … sepi, hanya ada pak den saja yang asyik mendengarkan musik kesukaannya melalui headset, entah lagu apa, tapi kok sepertinya pak den gak ngeh … tanda ada lelah di hatinya.

Ngajar pukul 09.40 … absen berhasil dilakukan sebelum waktu denda dihempaskan …selesai pukul 11.20 … oya, hari ini masih ngajar di kelas PTI, presentasi mahasiswa lagi.
Juma’atan… lalu nyidang siswa-siswi magang (pkl) sampe ampir pukul setengah limaan. Masuk lagi, presentasi mahasiswa lagi, masih tetap sama tentang teknologi komputer. lumayanlah….

Habis ngajar, rasa kantuk kembali menyerangku … uhhh … pulang ahhh …. tidur … tidur … dur … dur … urr … urr … rrr … rr .. r … … …





Skip or Overwrite …

10 11 2006

Uh, susah bener, mo ul saja susah bener. Biasanya kalo ul bisa jauh lebih cepat dari dl. Susahnya, kalo di kantor jadinya kebalik …hehehe. Jadinya temen-temen suka dl seenaknya saja tanpa perhatikan kepentingan orang lain. Rencananya sih mo ul postingan saya …gak jadi deh.

Ups, listrik mati lagi, katanya sumsel lumbung energi, kok listrik sering mati sih. Sekarang
alasannya sih pln di sini rentan sama cuaca, apalagi sekarang sudah masuk musim hujan …hmmm. Tadi juga hujan, lucunya kok listriknya mati setelah hujan reda …hehehe. Gara-gara listrik mati, batal kasih ujian untuk mahasiswa saya, soalnya kan gak mungkin — walau manual pun — nulis atau ngetik pake keyboard di kegelapan.

Untunglah satu jam kemudian listriknya nyala lagi, sayangnya waktu masuk sudah lewat, tapi untuk kelas profesional satu tahun malam jadi deh ngajar. Lumayan untuk tambah-tambah uang belanja istri …hehehe.

Pulang kerja main ke rumah andi sama victor, temen sejawat di kantor. Maksudnya sih sekalian mo ul-nya dilanjutin di sana. Eh, bincang sana sini sampai masuk topik tentang photografi. Asik juga bahan perbincangan malam ini, tentang aktifitas photografer sekaligus hasil karyanya. Dibarengin browsing lihat-lihat photo karya orang, ada juga karya victor dan andi, …hmmm… 100 jempol juga buat temen berdua ini, ternyata punya hobi potret juga. Mana photo-photo karya mereka (bagi saya) sangat bagus sekali, victor dengan photo-photo siluet dan andi dengan photo-photo blur-nya. Jadi kepengan juga buat jepret-jepretan …hehehe… kali aja jadi photografer beneran, kan lumayan buat nambah-nambah (sekali lagi) belanja istri …

Sudah dulu ah, sepertinya mood saya sedang gak pas buat posting, lain waktu saya posting lagi …game over.





Lebah bisu …

9 11 2006

Jam sudah menunjukkan pukul 03.30 pagi …
baru saja salah satu si kembar menangis …
luka di kaki kanannya kembali meradang sehingga mengusik mimpi tentang masa depan …
saat kuambil kurengkuh dalam dekapanku … tangisnya semakin keras …

Istriku terbangun - suatu hal yang tadinya aku tak inginkan, aku tak ingin nyenyak tidurnya bersama si sulung turut terusik …
sambil bersuaru lirih ia menanyakan bagaimana keadaan si kembar …
tidak apa-apa, hanya terkejut ketika lengannya menyentuh luka itu, kataku …
kembalilah tidur, temani si sulung dan jaga dia dari hewan-hewan kecil penghisap darah …

Untunglah si kembar sudah tenang … sambil memegang ujung bajuku ia mulai menikmati kembali tidurnya yang sempat terusik … lima belas menit kemudian aku pun merebahkannya kembali sambil terus menina-bobokannya …

Aku kembali ke dalam dunia malamku … menulis beberapa syair … mencoret-coret beberapa ide yang tadi sempat kutingalkan …
sambil menonton sepak bola melalui layar monitor komputer, aku teruskan pekerjaanku yang tertunda …
memeriksa hasil ujian tengah semester anak didikku … hampir semua nilai mereka memuaskanku … tanda bahwa mereka cukup memperhatikan apa yang aku berikan … hanya satu dua saja yang nilainya jelek, mungkin dikarenakan mereka sering membolos, atau bisa juga daya tangkap ingatannya sedikit di bawah teman-temannya …
sebuah pekerjaan rumah untukku … semoga perhatianku yang lebih kepada mereka tidak membuat cemburu yang lainnya …

Tanpa sedikitpun rasa kantuk menelanku … ku teruskan menulis beberapa ide yang terlintas dalam benakku …
tiba-tiba sebuah sms masuk … ternyata dari teman karibku nun jauh di sana menanyakan apakah aku bisa menghubunginya besok pagi … katanya ia sangat perlu beberapa komentarku tentang rencananya untuk membuka usaha di kota ini … mendesak katanya, soalnya lusa ia sudah harus berada di jakarta … semoga aku bisa sedikit berkomentar tentang niatnya itu …