Diary seorang Angelina Sondakh

angie.jpgSalut. Ya… hanya satu kata itu yang bisa saya katakan. Sebuah keberanian saja tidak cukup, ternyata seorang Angelina Sondakh telah menjadi pelopor bagi kalangan wakil rakyat dengan membuat weblog.
Saya akan mencoba melihat weblog-nya dari beberapa sisi:

Desain: desain minimalis dibalut warna latar biru gelap dengan teks didominasi warna orange dan putih. Warna Latar biru gelap yang dipakai menggambarkan sebuah keteguhan hati, walaupun sedikit bersifat kemayu bahkan lebih mengarah suram karena dipakainya warna orange pada link dan judul posting. Sebagai sebuah halaman milik seorang wanita, sangat disayangkan apabila terlihat sedikit antik, sepertinya sang pemilik sangat menyukai hal-hal yang berbau masa lalu.

Posting: ini yang sangat saya kagumi dari mbak Angie, berani dan terus terang. Sesuai dengan nama weblog-nya, Diary, sebuah catatan yang ingin mengemukakan semua isi hati seseorang. Tetapi saya secara pribadi sangat tidak setuju apabila ada hal-hal yang begitu pribadinya yang seharusnya bukan untuk publik turut di-posting (baca judul “ADJI MASSAID (The man once I ignored)”). Apalagi ada nama orang lain didalamnya. Lebih baik apabila isinya disesuaikan dengan kedudukan mbak Angie saat ini sebagai wakil rakyat, jadi nantinya tidak dianggap hanya memikirkan hal-hal pribadi. BTW, itu hak prerogatif seorang Angelina Sondakh.

Saya akan terus memantau weblog ini, semoga ada anggota dewan yang lain ikut membuat weblog atau halaman pribadi lainnya.

Salut buat Mbak Angie….

Link berhubungan: Angelina Sondakh’s Diary…