Akhir-akhir ini, kita banyak melihat/mendengar/membaca berita di berbagai media massa tentang masalah KUNTET…eh..maksudnya SUTET…
Saya jadi teringat kembali dengan skripsi dan penelitian sarjana saya pada tahun 1999-2000 lalu. Saya meneliti tentang peyimpangan yang terjadi pada anak-anak ayam saat ditetaskan dengan dipengaruhi oleh medan listrik arus searah, sedangkan teman saya Anton memakai medan listrik arus bolak-balik, dan Juki dengan subyek mencit .
Dari hasil penelitian tersebut, kita semua mendapatkan hasil yang sangat mengejutkan. Dari 100 telur yang ditetaskan hanya 25 saja yang berhasil menetas. Telur yang tidak menetas, 50% sebenarnya telah menjadi anak ayam yang sempurna, 35% tidak sempurna, dan 15% gagal.
Dari 25 anak ayam yang menetas tersebut, 5 ekor hidup hanya dalam waktu 1 minggu (7 hari), 7 ekor hidup 20 hari, 3 ekor hidup selama 30 hari, 5 ekor dapat 2 bulan, dan sisanya 5 ekor dapat bertahan di atas 3 bulan.
Yang menjadi sorotan tajam dari hasil penelitian ini, dari 25 anak ayam yang menetas tersebut, sekita 80% mengalami cacat fisik, di antaranya: ada yang memiliki paruh bersilang, mata hanya satu, tumbuh kaki ke-3, kaki cacat dengan lekukan, dan masih ada beberapa kelainan lainnya. Dan yang hidup di atas 1 bulan, terlihat lebih 50% semuanya memiliki bulu terbalik (padahal semua telur tidak berasal dari induk yang berbulu terbalik atau keriting).
Beda lagi dengan hasil penelitian dengan mencit, dari 5 spesimen yang diteliti, semuanya menunjukkan gejala psikologis yang parah, yaitu: ganas, kegiatan sex meningkat, dan gelisah. Dan hampir seperti kejadian pada anak ayam, dari ke-5 anak mencit, yang hidup hanya tinggal 2 ekor.
Korelasi antara masalah SUTET ini dengan penelitian kami (juga penelitian-penelitian lain yang dilakukan teman-teman di universitas seluruh dunia) sangatlah berdekatan. Pengaruh medan elektromagnetik baik itu dari arus searah maupun arus bolak-balik sangat besar pengaruhnya. Walaupun selama ini penelitian yang nyata hanya bisa dilakukan di dalam laboratorium dengan subyek hewan, namun secara nyata sebenarnya sama dengan manusia, hanya saja tingkat penerimaan akan beban fluktuasi medan yang membedakannya.
Bila tentang anak-anak dengan tempat tinggal di bawah jaringan SUTET ada yang cacat, memang ada kemungkinan besar diakibatkan oleh pengaruh medan elektromagnetik arus bolak balik yang cukup besar.
Sebagai contoh ringan: saya dan beberapa teman dahulu pernah mencoba di bawah jaringan SUTET yang melintasi kawasan kampus kami, kami membawa lampu neon ke atas sebuah rumah yang tepat berada di bawah jaringan tersebut, lalu kami meloncat terus menerus sambil memegang lampu neon tersebut, dan …..sim salabim…lampu neon-nya menyala….ketika kami ditanya oleh si tuan rumah, kami menjelaskan kemungkinan adanya bahaya radiasi apabila berada di bawah jaringan SUTET. Dua tahun lalu, saya melewati rumah tersebut ternyata sudah diganti menjadi kebun cabe…mungkin tuan rumah tersebut takut juga, apalagi pada saat itu televisi juga menayangkan masalah SUTET di Jawa Timur…
Komentar Terakhir