Sweeping lagi….

31 01 2006

Berita dari Liputan6.com :
Polisi menyita 374 keping VCD dan DVD panas serta bajakan di kawasan Glodok, Jakbar. Sebanyak 2.500 tabloid porno juga diangkut ke kantor polisi bersama sembilan tersangka penjaja VCD dan tabloid. Baca selengkapnya di Liputan6.com

Baguslah begitu…habisin sekalian bandarnya donk! Jangan hanya penjual di kaki lima aja….dan jangan disortir ya! ..ntar yang bagus dimasukkan ke kantong nih…..





Jadi ingat sama skripsiku…..

31 01 2006

kids.jpgAkhir-akhir ini, kita banyak melihat/mendengar/membaca berita di berbagai media massa tentang masalah KUNTET…eh..maksudnya SUTET…

Saya jadi teringat kembali dengan skripsi dan penelitian sarjana saya pada tahun 1999-2000 lalu. Saya meneliti tentang peyimpangan yang terjadi pada anak-anak ayam saat ditetaskan dengan dipengaruhi oleh medan listrik arus searah, sedangkan teman saya Anton memakai medan listrik arus bolak-balik, dan Juki dengan subyek mencit .

Dari hasil penelitian tersebut, kita semua mendapatkan hasil yang sangat mengejutkan. Dari 100 telur yang ditetaskan hanya 25 saja yang berhasil menetas. Telur yang tidak menetas, 50% sebenarnya telah menjadi anak ayam yang sempurna, 35% tidak sempurna, dan 15% gagal.

Dari 25 anak ayam yang menetas tersebut, 5 ekor hidup hanya dalam waktu 1 minggu (7 hari), 7 ekor hidup 20 hari, 3 ekor hidup selama 30 hari, 5 ekor dapat 2 bulan, dan sisanya 5 ekor dapat bertahan di atas 3 bulan.

Yang menjadi sorotan tajam dari hasil penelitian ini, dari 25 anak ayam yang menetas tersebut, sekita 80% mengalami cacat fisik, di antaranya: ada yang memiliki paruh bersilang, mata hanya satu, tumbuh kaki ke-3, kaki cacat dengan lekukan, dan masih ada beberapa kelainan lainnya. Dan yang hidup di atas 1 bulan, terlihat lebih 50% semuanya memiliki bulu terbalik (padahal semua telur tidak berasal dari induk yang berbulu terbalik atau keriting).

Beda lagi dengan hasil penelitian dengan mencit, dari 5 spesimen yang diteliti, semuanya menunjukkan gejala psikologis yang parah, yaitu: ganas, kegiatan sex meningkat, dan gelisah. Dan hampir seperti kejadian pada anak ayam, dari ke-5 anak mencit, yang hidup hanya tinggal 2 ekor.

Korelasi antara masalah SUTET ini dengan penelitian kami (juga penelitian-penelitian lain yang dilakukan teman-teman di universitas seluruh dunia) sangatlah berdekatan. Pengaruh medan elektromagnetik baik itu dari arus searah maupun arus bolak-balik sangat besar pengaruhnya. Walaupun selama ini penelitian yang nyata hanya bisa dilakukan di dalam laboratorium dengan subyek hewan, namun secara nyata sebenarnya sama dengan manusia, hanya saja tingkat penerimaan akan beban fluktuasi medan yang membedakannya.

Bila tentang anak-anak dengan tempat tinggal di bawah jaringan SUTET ada yang cacat, memang ada kemungkinan besar diakibatkan oleh pengaruh medan elektromagnetik arus bolak balik yang cukup besar.

Sebagai contoh ringan: saya dan beberapa teman dahulu pernah mencoba di bawah jaringan SUTET yang melintasi kawasan kampus kami, kami membawa lampu neon ke atas sebuah rumah yang tepat berada di bawah jaringan tersebut, lalu kami meloncat terus menerus sambil memegang lampu neon tersebut, dan …..sim salabim…lampu neon-nya menyala….ketika kami ditanya oleh si tuan rumah, kami menjelaskan kemungkinan adanya bahaya radiasi apabila berada di bawah jaringan SUTET. Dua tahun lalu, saya melewati rumah tersebut ternyata sudah diganti menjadi kebun cabe…mungkin tuan rumah tersebut takut juga, apalagi pada saat itu televisi juga menayangkan masalah SUTET di Jawa Timur…





CPNS ?

31 01 2006

pns.jpgwaaa….kesel banget!
pas mau daftar ngikut tes CPNS…eeee…blanko pendaftarannya sudah habis…
heran banget sama pemerintah…lagian kalau mau buka pendaftaran kasih tahu kek berapa quota penerimaan tes-nya…terus dilihat kek antusias calon pelamarnya….hampir aja terjadi keributan.

jadi ikut curiga nih…kali aja sebenarnya blanko masih ada…terus disimpan buat orang dalem, atau biar kelihatan nantinya quato-nya sama pas diperiksa…hmmmm…lagu lama nih….





Angielina Sondakh Diary Update!

29 01 2006

angie.jpgSetelah saya membaca komentar-komentar yang ada di weblog-nya mbak Angie, saya sangat sedih dan kecewa. Apakah memang seperti itu anak-anak bangsa? Ada yang mencaci-maki dan menghujat. Kalau soal itu masih bisa maklum, tetapi kalau sudah menyangkut SARA, waaa…kelewatan sekali.

Saya sangat kecewa dengan mbak Angie yang tidak meng-CUT! komentar-komentar SARA tersebut. Padahal ia seorang wakil rakyat yang seharusnya mengetahui apa-apa hal yang sangat sensitif jangan sampai menjadi polemik. Jangan sampai niat untuk menampilkan kualitas seorang Angie jadi hancur gara-gara segelintir orang…

Untuk sementara ini link ke weblog mbak Angelina Sondakh saya hapus dari weblog saya sebagai bentuk protes. Semoga mbak Angie segera memperbaiki weblog-nya.

Terima kasih…





Goyang Lidah … ssssstttt….

29 01 2006

2003_09_11_inul.jpgBeberapa waktu lamanya (hampir satu tahun lebih) heboh goyang pinggul aksi para artis dangdut wanita Indonesia menjadi polemik yang hangat dibicarakan. Dari waktu ke waktu bukannya padam malahan semakin ramai diributkan sampai-sampai anggota dewan pun turut berbicara.

Entah itu goyang Inul, goyang patah-patah Anisa bahar, goyang Melata, atau goyangan yang lain, telah menjadi fenomena tersendiri. Banyak komentar menghujat banyak pula yang membela. Yang menghujat mengatakan hal itu adalah haram dan termasuk pornoaksi. Yang membela berkata bahwa itu adalah seni dan tergantung yang melihatnya.

Sejarah pornografi dan pornoaksi di Indonesia merupakan sejarah yang panjang. Gadis-gadis Bali yang mandi di sungai atau kolam dengan tubuh polos tanpa sehelai kain. Juga hampir di semua daerah banyak sekali kaum wanitanya yang hanya memakai kain yang hanya menutup sampai dada. Bila dilihat sejarah masa lampau, kaum wanita di salah satu kerajaan di Indonesia (Banyuwangi kalau gak salah, tolong dikoreksi) tidaklah memakai pakaian bagian atas. Di jaman modern pun banyak tarian tradisional yang masih disalah gunakan. Di jaman modern pula kita banyak menyaksikan wanita-wanita berpakaian seadanya, pusar diperlihatkan. Seringkali orang tua bilang “baju belum jadi sudah dipakai”. Di banyak iklan wanitanya hanya memakai pakaian dalam saja. Bahkan yang terbaru sekalipun seperti persoalan akan terbitnya majalah Playboy Indonesia dapat menerbitkan komentar yang macam-macam pula.

Di lain sisi kita juga harus mempertanyakan sampai mana moralitas dan derajat kesopanan masyarakat dapat dipertaruhkan. Seberapa perlu Undang-undang Pornoaksi dan Pornografi harus diperjuangkan. Seberapa jauh pemerintah dan masyarakat dapat untuk tidak melihat budaya dari negara lain. Seberapa jauh kita dapat menutup mata untuk tidak melihat pornografi dan pornoaksi. Seberapa jauh tatanan hidup ketimuran kita dapat dipertahankan.

Bisa-bisa suatu saat ada yang ditangkap karena mandi hanya mengenakan kain sebatas dada di tempat permandian umum, atau ada nenek-nenek yang ditangkap dikarenakan hanya memakai kain sebatas dada yang melorot. Atau bisa juga ada iklan tentang pelembab tubuh atau sabun yang pemainnya mengenakan pakaian lengkap sambil berendam di dalam air. Bisa juga pada akhirnya pakaian kebaya yang asli budaya Indonesia akan dihapuskan dikarenakan bahan kainnya yang sedikit transparan.

Yang perlu dibahas dan dikaji lebih jauh adalah batasan-batasan yang dapat disebut pornoaksi dan pornografi. Parameter apa saja yang dapat dimasukkan sebagai penilai sebuah hal apakah telah termasuk pornoaksi atau pornografi. Jangan sampai nantinya istilah goyang lidahpun sudah dianggap termasuk salah satunya. Bisa-bisa tukang sate dekat rumah saya marah-marah, soalnya merek sate Padang dagangannya tertulis “Goyang Lidah Bisa Menambah Nikmat”.





Banjir lagi…banjir lagi…

29 01 2006

Selamat datang musim hujan, selamat datang musim banjir….Musim banjir? Ya sejak lama di berbagai pelosok tanah air, banjir telah menjadi hal yang biasa dan datangnya pun terjadwal dengan sempurna sehingga dapat dikatakan musim banjir. Musim penghujan di wilayah Indonesia dimulai pada bulan September sampai Maret, dengan intensitas tertinggi pada biasanya pada bulan Desember sampai Februari. Saat-saat intensitas hujan tinggi inilah banjir kerap terjadi, Jakarta yang merupakan ibukota Indonesia pun tidak luput dari banjir, serta berbagai daerah lainnya. Saya yang hidup dan tinggal di kota Palembang pun tidak luput dari banjir. Saat hujan turun dapat dipastikan, diberbagai sudut kota Palembang tergenang air.

Bila kita cermati, banjir disebabkan oleh kelalaian manusianya. Buang sampah di sembarang tempat, rumah-rumah di pinggiran sungai/kali, saluran air yang ujungnya gak tahu kemana alias buntu tidak ada kelanjutannya, mendirikan rumah di atas lahan resapan air, penebangan hutan secara liar, dan masih banyak lainnya. Siapa sih yang mau disalahkan? Pemerintah yang menyalahkan rakyat yang tidak patuh pada aturan dan imbauan? Rakyat yang menyalahkan pemerintah yang tidak mau atau terlambat mengatasi sistem saluran air? Atau ada yang mau jadi orang gila yang menyalahkan hujan datang dengan derasnya?….???

Semua manusia yang hidup di dalamnya lah yang patut disalahkan…Kenapa mereka enggan menegur tetangga yang mebuang sampah sembarangan? Kenapa mereka menebang hujan serampangan? Kenapa mereka tidak saling bantu membersihkan saluran air? Kenapa mereka tidak gotong royong memperbaiki saluran air yang rusak? Semuanya kan bisa saja dilakukan, bahkan sangat teramat mudah untuk dilakukan. Kenapa sih kita tidak mau melihat ke depan ke masa yang akan datang? Coba kita punya sedikit sifat takut, takut akan datangnya banjir, banjir yang membuat diri kita sendiri dalam kesulitan. Kenapa kita tidak punya rasa malu? Saat kita mau membuang sampah sembarangan malu dilihat dan dicaci-maki tetangga.

Seperti halnya di kota Palembang, di beberapa tempat yang konon katanya sering terjadi genangan air dibuatkan kolam retensi sebagai penampung. Sekarang coba lihat, kolamnya penuh dengan sampah, sampai-sampai menutupi saluran pembuangan. Saat air hujan datang penuh dan tidak dapat tertampung dikarenakan air tidak bisa mengalir. Lalu buat apa penampungan tersebut? Kita ambil contoh kawasan simpang Polda (karena kebetulan tempat kerja saya berada di kawasan ini), kolam retensinya penuh dengan sampah, saluran-saluran air tidak ada perpanjangannya semuanya terpotong di sana-sini. Belum lagi bicara kawasan ini sendiri, dahulu kawasan ini merupakan daerah resapan air berupa tanah rawa, dan sejalan dengan waktu pembangunan pun dilakukan, perluasan kantor Mapolda Sumsel, pembangunan ruko besar-besaran. Dan semua pembangunan ini tidak diimbangi dengan pembuatan saluran air yang memadai. Seharusnya pemerintah menindak tegas siapapun yang membangun tidak memperhatikan AMDAL. Atau AMDAL itu sendiri telah dilupakan? Sepertinya iya. Soalnya seringkali pihak pemerintah sendiri yang melanggarnya, masak mereka malahan melarang orang lain?





Ribuan Data Kartu Kredit Hilang

28 01 2006

Seperti diberitakan oleh DetikiNet ribuan nomor kartu kredit di negara bagian Rhode Island dicuri orang. Sepertinya sistem online kembali patut dipertanyakan keamanannya. Apalagi kejadian ini terjadi di negara Om Sam yang notabene selalu berkoar bahwa sistem merekalah yang tercanggih dan teraman di dunia. Bagaimanapun, hal ini patut jadi acuan kita bagaimana rentannya sistem keamanan di dunia maya. Hacking, Phracking, Deface sering terjadi. Di satu sisi dengan adanya sistem online banking kita dimudahkan melakukan transaksi. Di sisi lain, orang pun was-was terhadap aksi hackers. Bagaimana dengan Indonesia? Websites KPU saja bisa dijebol, belum yang lain-lain…hmmm





Diary seorang Angelina Sondakh

28 01 2006

angie.jpgSalut. Ya… hanya satu kata itu yang bisa saya katakan. Sebuah keberanian saja tidak cukup, ternyata seorang Angelina Sondakh telah menjadi pelopor bagi kalangan wakil rakyat dengan membuat weblog.
Saya akan mencoba melihat weblog-nya dari beberapa sisi:

Desain: desain minimalis dibalut warna latar biru gelap dengan teks didominasi warna orange dan putih. Warna Latar biru gelap yang dipakai menggambarkan sebuah keteguhan hati, walaupun sedikit bersifat kemayu bahkan lebih mengarah suram karena dipakainya warna orange pada link dan judul posting. Sebagai sebuah halaman milik seorang wanita, sangat disayangkan apabila terlihat sedikit antik, sepertinya sang pemilik sangat menyukai hal-hal yang berbau masa lalu.

Posting: ini yang sangat saya kagumi dari mbak Angie, berani dan terus terang. Sesuai dengan nama weblog-nya, Diary, sebuah catatan yang ingin mengemukakan semua isi hati seseorang. Tetapi saya secara pribadi sangat tidak setuju apabila ada hal-hal yang begitu pribadinya yang seharusnya bukan untuk publik turut di-posting (baca judul “ADJI MASSAID (The man once I ignored)”). Apalagi ada nama orang lain didalamnya. Lebih baik apabila isinya disesuaikan dengan kedudukan mbak Angie saat ini sebagai wakil rakyat, jadi nantinya tidak dianggap hanya memikirkan hal-hal pribadi. BTW, itu hak prerogatif seorang Angelina Sondakh.

Saya akan terus memantau weblog ini, semoga ada anggota dewan yang lain ikut membuat weblog atau halaman pribadi lainnya.

Salut buat Mbak Angie….

Link berhubungan: Angelina Sondakh’s Diary…